dianDiam

cast your words away upon the wave (The Masterplan)

Postulat Ngawur dan Too Young To Get Married?

with 10 comments

 

Hmmm, lagi-lagi tema yang gue angkat kali ini tidak jauh-jauh dari relationship lagi. Ya ya, tapi karena baru dua kali terjadi itu berarti hanya ketidak-se-nga-ja-an saja. Untuk suatu kejadian kalau baru pertama kali terjadi namanya kebetulan, dan kalau sudah ketiga kali atau lebih, it means ada batu di depan udang alias ada maksud tertentu dari kejadian itu –postulat ngawurrrrr!!! Tapi bener kok, misalkan saja begini: jika lo sewaktu jalan-jalan lalu terantuk batu itu adalah sebuah kecelakan dengan kata lain kebetulan yang tidak mengenakkan. Lalu dilanjut jalannya, kemudian terantuk batu lagi, hmmmpf ok, ketidak sengajaan yang bodoh. Tapi jika masih terantuk batu sekali lagi berarti ada maksud dari bosnya semua bos-bos untuk kejadian itu, yaitu ada yang tidak beres dengan mata lo! He…

 

Sudah sudah, jadi begini kondisinya kenapa bisa seperti itu, kenapa tiba-tiba saja tema in a relationship akhir-akhir ini muncul di postingan gue, sudah beberapa waktu terakhir ini, periode akhir tahun kemaren dan awal tahun ini, beberapa orang-orang sekeliling gue, temen-temen deket gue mengalami beberapa peningkatan dalam relationship mereka. Hummm, lebih spesifiknya dalam hal hubungan antara dua makhluk dengan beda jenis kelamin beserta atribut yang melekat daripadanya. Dari yang dari yang hanya teman tapi mesra kini sudah naek jadi ‘resmi mesra-mesraan’ alias officially in a relationship. Dari yang sudah relationship gak kalah ada yang naek jadi engage, bahkan ada yang langsung tancap gas getting merrit (selamat bro). Dan yang sudah merit gak kalah pulak, langsung bobol gawang dan akhirnya resmi menang berstatus sebagai orang tua a.k.a they already has a babbyyyy (selamat..selamat lagi bro and sist…)

 

Dan yang bikin gue angkat kepala sama mereka-mereka itu, especially buat yang sudah merit dan punya anak, mereka semua menjalaninya diusia dibawah 23 tahun. Ya, memang relatif sih kalau ngomongin masalah umur karena merupakan masalah waktu. Tapi bagi gue pribadi usia tersebut masih tergolong amat muda untuk mengambil sebuah keputusan yang amat penting dalam hidup, NIKAH MUDA. Ya, memutuskan untuk nikah muda. Dan gue salut dengan orang-orang yang berani memutuskan untuk nikah di u s i a m u d a (penekanan di kata-kata terakhir) dan bahkan jika kemudian menjadi parents. (untuk gue pribadi belum bisa membayangkan jika sudah ada ‘Ardian kecil’. Hmmpf…)

 

Banyak orang menunda atau tidak berani nikah di usia muda karena beberapa alasan. Terlepas faktor X, tapi dari faktor diri sendiri, ada yang belum merasa mapan karena belum nerusin sekolah dan bisa dapat karir yang tinggi lah, belum puas-puasin yang melajang lah, masih ingin bebas lah, masih terlalu kecil belum dewasa lah, atau yang paling klise belum siap dan belum yakin. Untuk alasan pertama mungkin benar walau pada kenyataannya tidak benar dan tidak masuk akal. Lha emang yang ngasih rejeki dan kemapanan itu sekolah S1, S2, S3, S4, S5 (S4 dan S5 apaan ya?) kita? Karir kita? Melihat pengalaman sobat-sobat gue diatas, jawabannya adalah sama sekali tidak. Nope! Alasan-alasan berikutnya semakin make no sense dan menggelikan. Tapi untuk beberapa orang justru alasan yang paling klise yang paling terakhir itu yang bisa masuk akal. Belum yakin. (Apalagi untuk usia muda). Bbuuaahhh… Terlalu banyak definisi dari alasan itu, belum yakin itu. Karena, masalah ini bukanlah seperti memilih produk dari sebuah iklan dimana dalam iklannya produk itu terlihat amat sangat menarik dan menggoda kita dengan iming-iming, gambar dan bahasa yang aduhay (apalagi pas keadaan kita juga mengharuskan memakai produk semacam itu) tapi setelah membeli dan memakainya tidak seperti apa yang diiklankan. Kemudian muncul produk substitusi yang sejenis dalam iklan lagi. Tertarik dan memakainya lagi. Tetapi ujung-ujungnya sama lagi. Dan kali ini lebih parah, karena juga menimbulkan efek samping. Yach, untuk memutuskan berani nikah (muda) bukanlah urusan semacam itu. Tidak bisa seperti itu, kalau tidak sesuai dengan harapan langsung diganti dengan yang lain. Tidak. Kita harus menerima apa adanya, bahkan telen bulet-bulet dan perbaiki jika ada efek samping-nya. Karena konteksnya disini adalah we just have ONE chance to order, only one, must be one.

 

Hmmm…sudah sudah. Gue sudahi saja nggambleh nyangkem ini. Ndak malah ber panjang kali lebar kali tinggi, sok tau dan ngawur yang semata-mata demi menutup-nutupi alasan gue tidak (bisa) nikah muda yang sebenarnya, yaitu adalah hanya urusan belum laku saja. Belum ada yang mau ngajak nikah dan diajak nikah, durung payu! Welkom tu de klab brader and sista ^_^

Written by dian diam

February 7, 2009 at 4:17 am

10 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. ternyata…
    alasan bikin postulat ini, sudah dismpulkan sendiri diakhir paragraf yakni : “durung payu”….
    :D :D

    bang ciwir

    February 7, 2009 at 5:37 am

  2. wekekehkekeh… ndak usah dipusingkan. Semua ada waktunya
    *alasan tambah satu*

    Hejis

    February 7, 2009 at 6:24 am

  3. @ Bang Ciwir : Yach itu lah dia Bang. Heu…

    @ Pak Hejis : Humm, memang itu adalah jawaban yang paling benar & paling bijak. Tapi kalo sudah seperti itu diskusi menjadi tidak seru lagi dong Pak. He…
    Terimakasih

    dian diam

    February 7, 2009 at 6:58 am

  4. postulat keren juga istilahnya

    senoaji

    February 7, 2009 at 8:07 am

  5. nikah muda?? ikh ga’ dech.. :D

    salam silaturahim… ;)

    angga erlangga

    February 7, 2009 at 1:32 pm

  6. Hahaha… Ending yg introspektif dan penuh semangat!
    Hidup nggambleh…!

    grubik

    February 7, 2009 at 6:30 pm

  7. durung payu to??? hahahaha..
    mang di dol piro mas? bisa discount rak?? hehehe..
    btw, pa kbr dgn status ‘in relationship’ lu??

    nikah muda sah-sah aja kok, seru lagiii.. tapi godaanya jg pasti lebih banyak.. [ah, sotoy gw]

    nanzzzcy

    February 9, 2009 at 3:34 am

  8. menikah muda…..
    +mendadak blank+
    hehehehehe…..

    Ayam Cinta

    February 9, 2009 at 5:43 am

  9. weleh2.
    geleng2 aku moco postinganmu iki, yan.
    hwahaha,
    campur geli2 sithik.
    xixixix

    ya ya, bisa dimengerti…
    +st.. 12+
    :lol:

    duniafannie

    February 9, 2009 at 6:15 am

  10. @ Seno : Trimakasih. Dapet dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Hehe (ngawur)

    @ Angga : Salam..

    @ Nanzz : Iya godaannya banyak. Kayak milih produk di iklan2 itu. (Dgr2 lg jatuh cinta Bu? -kabur-)

    @ Ayam : blackout ya Mas?

    @ Sistah : asal jangan Kangen Ben! Qiqi

    dian diam

    February 9, 2009 at 7:45 am


Leave a Reply