Sekali lagi seperti halnya waktu yang terus berjalan kita hanya bisa mengikuti arusnya. Tak mampu untuk menghadangnya. Bisa menjadi selayaknya selembar daun kering yang hanyut dalam alirnya arus sungai. Kadang ingin sekali waktu itu berhenti, tapi kadang ingin sekali cepat berlalu. Pergi, enyah hilang tak membekas. Pun dalam waktu bisa ditemukan impian. Dan jika impian itu disertai dengan tindakan (dan doa) maka waktu mengubahnya menjadi harapan dan pada ujung metamorfosisnya berwujud kebahagiaan. Sangat utopis memang jika
di dalam waktu yang sesungguhnya abstrak-identifikasi hanya terdefinisi seperti itu. Karena di dalamnya juga automatically included berbagai macam standar eror, y = a + bx, paling belakangnya pasti ada embel-embel e, yang sering kali menjadi musuh penghalang dan menyebabkan roda itu berputar. Dimana segala sesuatu bisa di atas dan di bawah. Ya, karena konsep waktu itu adalah t ≠ nol. Deras. Bahkan dalam hitungan milisekon. Hmm, dalam waktu juga lah kita bisa melewati malam akan datangnya fajar. Bisa sejenak menikmati tenggelamnya matahari ditengah-tengah teriknya hari dan dinginnya malam. Semua sudah tersusun rapi dari-Nya. Jangan sekali-sekali menolak dan menghadangnya. Mainkan saja. Nikmati, telan dan cerna. Maka akan bisa menikmati saat waktu kita benar-benar berhenti. Damn, kenapa dengan bahasa ku ini!
Well, now it’s Monday. Just another time, another one of day from the other ordinary day. Back to that 6 x 7 square meter for the next 5 days. The day i’m always really really hopes it will pass soon. Welcoming the wiken and then it feels like the beautiful sunset after the hard day. And wish the time would stopped at that moment…
eh..eh… ko potonya berkerudung… Hohoho
soalnya ada yang harus dikerudungin. hehe…
uhuks… *keselek*
kok tiba-tiba jadi pada aktif lagi ini blog?
beda tampilan lagi… wew ah
yup, pastinyaaa. ganti yang baru lah, meninggalkan yang lamaa. heheu…
:p
kata2nya sengaja dibikin ambigu yaks?
hahahahaha
enggaaaaak, jelas kok..
:p
uhui…bahasanya tingkat tinggi
sip
hormat suhu
suhu tinggi? demam Na?
thankyous…