Archive for the ‘poem’ Category

Duduk Dalam Diam

Posted: January 14, 2010 in poem

Seperti yang kita tahu sekarang kita telah tahu Seperti yang ku mau Begitu pun yang kau mau Karena kita begitu dekat dan saling beradu rayu, jambak, cubit dan merajuk Tapi itu dulu Dan kini, Dari tatap kita Aku telah tahu Aku hanya duduk dalam diam

Dik

Posted: March 19, 2009 in poem, setorie
Tags: , ,

  Dik, Ingat kah dimana pertama kali kita berjumpa? Di sawah, dik Tepatnya, di jalan yang membentang ditengah sawah yang menghubungkan ke-dua desa kita   Masih ingatkah kamu, dik?   Saat itu, aku sedang jalan kaki beranjak pulang dari menuntut ilmu Yang kata orang, agar kita tidak lagi dibodohi Londo-Londo itu dan kita bisa mengatur [...]

The Wishingchair

Posted: January 6, 2009 in poem
Tags: , ,

Kini aku sedang duduk di sebuah kursi dalam fakta Tempat terakhir kali kita duduk bersama tempat kita berpagut, tangis dan tawa tempat melukis mimpi masa depan   Sesekali kucoba tengok lagi ke kanan Ternyata hanya kosong, tak ada kamu Ku dapati aku hanya sendiri menatapmu jauh duduk dalam harap Melengkapi warna lukisan masa depan -kita

Cerita Dalam Bilangan 6

Posted: December 25, 2008 in poem
Tags: ,

Ya, sudah lebih dari 2190 hari kita telah saling tahu meski sekarang belum benar-benar tahu Ya, sudah sekitar 189.216.000 sekon kita telah bersama meski sekarang tak jua bersama Sebentar, benarkah sudah selama itu? Tak terasa sudah banyak cerita, banyak jalan telah terlewati Pernah kita satu jalan Pernah juga tidak kamu ke timur dan aku ke [...]

Aku Tahu

Posted: November 14, 2008 in poem
Tags: ,

Jangan khawatir jangan lah menangis lagi, Jika kau takut, jika kau ragu, jika kau lelah Lihatlah ke depan, aku ada untuk melindungimu Lihatlah ke kanan ke kiri, aku ada untuk menjagamu Dan lihatlah kebelakang, aku akan selalu ada mendukungmu Karena aku tahu kau percaya untuk aku

Lelapmu

Posted: October 11, 2008 in poem
Tags: , ,

Pasti sudah jam 2 pagi di tempatmu. Tapi disini malam terasa seakan baru dimulai, entah. Dan sudah 72000 milisekon sejak terakhir kita ngobrol di telepon tadi… Hmm, obrolan yang cukup singkat, tapi kau sempat ceritakan semua hari-harimu. Hari-hari yang melelahkan, kau curahkan semua padaku.   Dan kini di tempatmu, di dunia 3×4 metermu itu kau [...]

Gambarmu

Posted: August 11, 2008 in poem, setorie
Tags: ,

Kucoba ku cari lagi beberapa gambarmu, gambar-gambar kecil itu saat kamu aku tersenyum, tersenyum tersipu malu Bersama Ah, tak peduli… gambar siapapun, kamu sendiri atau bersamaku yang penting ada kamu di situ Biar bisa kulihat kamu lagi Namun sudah kucari di mana-mana tidak ketemu jua Ternyata aku baru ingat, beberapa sudah ku kembalikan padamu, beberapa [...]

Lagi dan lagi

Posted: August 4, 2008 in poem
Tags: ,

Ketika aku harus kembali dan mengobati kenapa itu selalu kamu? Lagi, lagi dan lagi…

Ternyata

Posted: July 29, 2008 in poem
Tags: ,

Ternyata, sudah cukup lama hati tidak menyapa Dan untuk kesekian kalinya Semalam, bersama bulan ku coba mendatangimu Hanya untuk sekedar menyapa, “Hai…” Uhmmm… meski bulan hanya tinggal seperempatnya sih, tapi itu kubawakan khusus untuk kamu Ternyata, sudah lama juga kamu ingin datang juga hanya sekedar ingin menyapa Bersama bulan juga kah? Tidak usah, terima kasih, [...]

Hanya Ingin Diam

Posted: July 24, 2008 in poem
Tags:

Lelah Dan sejenak ku diam Tak ingin melihat Tak ingin mendengar Tak ingin memperhatikan Maaf, Ku tak ingin di ganggu dan ku tak ingin mengganggu Ku tak ingin sakit dan tak ingin menyakiti Biar kan ku sendiri dengan dunia yang ku punya Maaf, bukan salahmu bukan salah siapa-siapa Aku hanya lelah karena telah berjalan kejauhan [...]