Posts Tagged ‘my room’
Lost In Direction: Penting Ga Penting!
Setiap kali -especially untuk kali pertama dan lebih especially lagi buat para cewek- temen-temen gue maen ke kost-an, kesan pertama mereka adalah bahwa kamar gue rapi dan bersih. Hmmm, apakah persepsi mereka bahwa kamar laki-laki itu selalu harus yang acak-acakan, banyak barang-barang yang bertumpukan di sana-sini, gantung sana gantung sini, tempel sana tempel sini, banyak barang yang tidak pada tempat yang seharusnya dan bagai kapal pecah? Dan lebih parah lagi, bau!? I don’t think so. Dan kayaknya banyak laki-laki yang tidak setuju juga. Tapi emang bener banget mereka, kamar kost-an gue emang rapi dan bersih (uhuk uhuk…) karena pada dasarnya gue orangnya emang personifikasi dari dua sifat tadi, rapi dan bersih (narsis mode ON). Tapi betul kok. Sumpah. Bener, untuk urusan dua hal tersebut gue emang perfeksionis banget, tidak bisa kompromi.
Selain hal itu, yang membuat kamar gue selalu tampak rapi dan bersih adalah bahwa kamar gue itu tidak banyak perabotannya. Jadinya terlihat simpel, mudah dibersihkan mudah dirapiikan dan mudah dalam penataannya. Dulu hampir tiap bulan ganti posisi, ganti fengshui, tapi sekarang sudah mulai males. Di kamar itu cuma ada dua meja kecil, dua rak, dua matras tipis, satu karpet, satu lemari kecil, satu ember buat nampung baju kotor dan dua hiasan dinding bergambar mobil F1 (terima kasih sekali buat my big bro atas warisannya, especially the Ferrari one). Dan perabot-perabot itu berfungsi dengan efektif dan efisien sekali. Kalo masalah entertain juga sangat simpel, no computer bersama supporting equipment-nya sehingga banyak kabel-kabel yang bertebaran (salah satu peralatan yang membuat orang-orang kesulitan dalam hal penataan, pembersihan dan inovasi kamar), no colour TV, no aquarium, and no for the other of entertainment tools. Payah emang. Tidak juga. I had some reasons.
Dulu sempet pengen di kamar ada komputernya. Tapi setelah dipertimbangkan manfaat dan mudharatnya tidak jadi. Bagi gue fungsi computer cuma ada dua: kerja dan entertain. Dulu, kalau ada tugas-tugas biasa bisa nebeng di kamar temen atau pulang ke rumah, kan deket. Dan kalau dapat tugas berat bin urgent bisa nyulik laptop bokap di kantor T_T. Selesai sudah masalah fungsi computer pertama, gampang. Masalah entertain paling computer kan cuma buat nge-game, musik dan nonton. Alhamdulillah-nya gue bukan tipe orang yang game mania di komputer. Kalau sekali-sekali pengen nge-game, nebeng lagi di kamar temen, begitu pula dengan nonton (ini gue tulis buat Den Mas Danank, thanx bro tebengan komputernya). Dan masalah nonton sebenarnya gue lebih seneng nonton kalau pas pulang di rumah. Kalau pengen dengar musik sudah punya pemecahannya sendiri.
TV, dikamar tengah (baca:kamar bersama) dah ada tv warna cukup gede, tapi dah jadul. Sebenernya di kamar gue ada, tapi ukurannya cuma kecil, 6 inchi-nan. Warnanya juga cuma item ma putih. Dan itu lumayan kalo lagi pengen nonton sendirian tanpa gangguan ‘nyamuk-nyamuk’. Lagian tv yang gue tonton seringnya cuma berita-berita yang kadang malah kayak dengerin radio saja. Kecuali pas ada bola tengah malem plus –dulu- kartun Avatar Aang di pagi hari atau tiba-tiba ada Luna Maya and Marsha Timothy nongol, gue harus pasang mata seriously mpe merah-merah. Mungkin gara-gara itu gue paling suka sama wortel with its beta carotheine. Loh…
Soal aquarium sebenarnya juga sempat pengen. Tapi dulu pernah punya pengalaman ada aquarium, waktu masih satu kamar sama kakak gue. Waktu kami mudik, lha ternyata ikannya mati tidak ada yang ngurusi. Kasian. Maka dari itu keinginan untuk melihara ikan tidak menjadi kenyataan. Soalnya gue orangnya juga tidak jelas, kadang-kadang ngilang dari kost-an untuk jangka waktu yang relatif cukup lama. Lha kalo jadi memelihara ikan trus gue tiba-tiba ngilang dan ikannya loncat keluar trus tiba-tiba ga bisa balik ke aquarium sendiri lagi (baca aja tidak ada yang ngurus trus mati, repot amat) gimana? Bisa-bisa gue bisa dicap orang tidak ber-peri-kehewanan dan dikecam oleh LSM Pecinta Binatang atau KOMNASHAN –Komite Nasional Hak Asasi Hewan (ho oh to, Fan? Piss, yak!).
Itulah sebabnya kamar gue tidak ada benda-benda itu, benda-benda yang biasanya ada di kamar anak kost-an, especially here, in Wandali, in Klebengan, in Jogja. Tapi jangan salah kalau di kamar gue tidak ada entertainment tools sama sekali. At least, enterteinment tools menurut standar gue lah. Dikamar gue ada sebuah radio-tape jadul (lagi-lagi peninggalan kakak gue), mp4 plus Simbadda-nya. It’s enough for me. Apalagi pas gue had Insomnus. They’re very usefull at that moment. Dan karena gue hobi baca ada juga beberapa Sherlock Homes-nya Conan Doyle (my fave one), ada juga Divortiare-nya Ika Natasha (the good one), Filosofi Kopi-nya Dee (the nice one), buku-buku religi (yang sebagian belum selese-selese bacanya) dan masih banyak lagi. Ada juga tumpukan majalah, tabloid dan koran bekas yang menggunung yang sudah siap di-kilo-kan tapi masih saja kadang-kadang gue bolak-balik lagi (ga tahu maksud dan tujuannya apa, aneh, nyari gambar-gambar Luna Maya plus Marsha Timothy kalee ^_^).
Tapi yang paling gue suka diantara semuanya, terutama pas gue butuh pelarian disaat-saat bete dan tidak mau diganggu, adalah sebuah buku permainan sudoku dan sebuah rubic. Is everyone knows both of them? Yup, sudoku adalah permainan yang berasal dari negerinya Detektif Conan, Doraemon, Kotaro Minami dan Soichiro Honda (Miyabi juga, kan? Upss…). Tuh permainan berisi gambar satu kotak gedhe, dalam kotak gedhe tersebut ada lagi sembilan kotak sedengan, di dalam kotak sedengan ada lagi sembilan kotak kecil. Jadi di sisi kotak gedhe itu ada 9 kotak kecil (keseluruhan ada 81 kotak kecil, 9 kumpulan kotak kecil berjajar vertikal dan 9 kumpulan kotak kecil berjajar horisontal). Satu kotak kecil diisi satu angka. Dan cara mainnya dengan ngisi angka 1 sampe 9 dalam 1 kotak sedengan sekaligus dalam 9 kumpulan kotak-kotak kecil yang vertikal dan horisontal, dan tidak boleh ada angka yang dobel dalam satu kotak sedengan dan 9 kumpulan kotak kecil yang vertikal maupun yang horisontal itu (mudeng ra, to?). Tapi gue punyanya cuma yang masih tingkat dasar aja, tu aja masih banyak yang belum beres alias belum komplet alias belum berhasil.
Sedangkan rubic pastinya juga dah pada tahu. Yup, adalah sebuah puzzle kubus yang sisi-sisi nya berwana-warni itu. Yang cara mainnya harus bisa membuat keenam sisinya utuh bewarna satu warna doang. Dan ini juga cuma bisa ngompletin dua sisi aja, belum sampe enam sisi. Fuuhh…
Yah itulah benda-benda in my lovely, ceileh, hoek hoek uhuk uhuk. Benda-benda yang simpel, gampang ditata dan di rapiin. Tidak banyak dan tidak heran jika kamar gue terkesan rapi dan bersih (kadang kalau bosen terkesan garing). Tapi, walaupun simpel dan tidak banyak benda-benda ‘heboh’, kalau tidak ada orang yang (me) rapi (kan) dan (me) rajin (kan) tetep aja juga tidak akan rapi dan rajin, dan bersih. Teuteup…
*) Ini sebenarnya pengen nulis tentang rubic, my life my rubic, tapi karena kepanjangan akhirnya canceled dah (maybe next time). Maka dari itu pula kenapa titelnya Lost Direction. Jane penting ra sih? T_T
**) Bila ada kesamaan nama, tokoh, tempat dan peristiwa adalah memang disengaja dan begitu benarnya. Kalau mau ada yang complain silaken. Please.