Posts Tagged ‘poem’
Lelapmu
Pasti sudah jam 2 pagi di tempatmu.
Tapi disini malam terasa seakan baru dimulai, entah.
Dan sudah 72000 milisekon sejak terakhir kita ngobrol di telepon tadi…
Hmm, obrolan yang cukup singkat, tapi kau sempat ceritakan semua hari-harimu.
Hari-hari yang melelahkan, kau curahkan semua padaku.
Dan kini di tempatmu, di dunia 3×4 metermu itu kau pasti sudah terlelap, nyenyak…
Terlelap nyenyak lepaskan semua lelah dan penatmu.
Rambutmu yang hitam panjang, acak, terurai bebas diatas punggungmu.
Dan kulit pipi kananmu terlipat-lipat oleh sarung bantalmu, karena kau tidur tengkurap menghadap barat.
Ahh, memang sudah kebiasaaanmu tidur seperti itu.
Dan di sini berharap, aku bisa masuk ke dunia 3×4 metermu itu.
Menyusulmu, meringkuk di sisi baratmu, menghadapmu…
Menghadap ke arah wajah lucu dan lugumu yang sedang terlelap.
Wajah penuh ekspresi sedang bertualang di ruang abstrak.
Tunggu, tunggulah aku ikut masuk dan bertualang ke ruang abstrakmu itu.
Jangan terbangun dulu, terbangun karena suara oleh kucing atau tikus,
terbangun karena kebelet ingin ke toilet,
ataupun terbangun oleh mimpi burukmu.
Sungguh ingin aku menyusulmu, di sisimu, menemanimu…
Sehingga ketika tanganmu menggapai-gapai di atas lipatan seprai kasurmu,
ingin itu aku yang kau sentuh kau rasa,
ada di situ sedang memandangmu, menjagamu, di hadapmu, di sisimu…
Dan ketika waktu subuh tiba, ketika mata terbuka,
ketika muka masih kusam, ketika tubuh masih bau keringat,
dan ketika suara masih parau setengah-setengah…
kita dapat saling bertatap mata dan saling menyapa,
“Selamat pagiii…”