dianDiam

cast your words away upon the wave (The Masterplan)

Posts Tagged ‘prinsip ekonomi

Hemat Di Jalanan

with 2 comments

Di jaman serba mahal (bagiku) sekarang ini, hidup hemat merupakan salah satu alternatif mengatasinya. Prinsip ekonomi pun mulai benar-benar dipraktikkan, dengan pengeluaran sekecil-kecilnya berusaha untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya. Yeah, sebenarnya gue tidak terlalu setuju dengan ‘semboyan’ itu. Karena menurut gue high risk high return. Semboyan ‘pengeluaran sekecil-kecilnya berusaha untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya’ malah menurut gue tidak benar-benar amat, karena untuk melakukan ‘pengeluaran sekecil-kecilnya’ itu pasti ada opportunity cost yang hilang yang siapa tahu dengan opportunity cost itu akan diperoleh tingkat keuntungan yang lebih, dengan marginal cost se-efisien mungkin dengan marginal revenue semaksimal mungkin (Halah wis wis cah bagus tangi tangi, ngomong opo to?). Yup, bener gue tidak akan membahasnya, bisa tambah pusing, karena gue bukan ahli ekonomi yang pandai berteori dengan hipotesa-hipotesa beserta angka dan chart sebagai temannya (cuma orang pusing yang lagi ngelantur karena kebanyakan minum pil dan kapsul yang segaban-gaban beberapa hari terakhir. Fuuuhh…).

Gue disini akan berbagi beberapa tips tentang bagaimana perilaku berkendara yang hemat. Maklum dengan kenaikan harga BBM menuntut kita untuk menata kembali anggaran pendapatan belanja kita, tak ketinggalan dalam alokasi pengeluaran BBM untuk kendaraan (bagi yang berkendara). Lebih lanjut, dalam alokasi tersebut, sebenarnya banyak sedikitnya biaya yang keluar tergantung juga dengan perilaku kita dalam berkendara di jalan. Berikut beberapa diantaranya agar bisa menghemat BBM:

  1. Jangan buka gas secara tiba-tiba, terutama dalam rpm (putaran mesin) yang masih rendah, karena dengan rpm rendah BBM yang masuk dalam jumlah yang banyak tidak semua terpakai dan akan terbuang sia-sia. Pertahankan bukaan gas selalu stabil, jangan terlalu sering buka tutup (mendadak).

  2. Sesuaikan (pindahkan) gigi persnelling dengan kecepatan dan rpm yang pas. Maksudnya, dengan gigi persnelling yang tinggi jangan digunakan pada waktu kecepatan masih rendah, begitu pula sebaliknya. Sesuaikanlah, gunakan gigi persnelling yang tinggi hanya pada saat kendaraan memerlukan daya dan kecepatan lebih, dan kurangilah gigi persnelling ke yang lebih rendah saat mengurangi kecepatan. Masing-masing kendaraan mempunyai standar yang berbeda-beda dalam hal kesesuaian ini. Contoh mudahnya: jangan gunakan gigi tiga atau empat pada saat kecepatan sekitar 20 km/h dan sekitar. Hal ini biasanya sering gue lihat dilakukan oleh (maap bukan maksud ingin racism) para cewek terutama ibu-ibu, biasanya beliau-beliau dalam kecepatan berapapun sering bertahan dalam gigi tiga bahkan sampe kendaraan berhenti pun masih saja begitu. Kalau sudah berhenti baru injak mundur gigi persnelling tiga kali, klik klik klik. Jangan dibiasakan ya, Bu. Selain boros bisa merusak mesin juga.

  3. Jangan pernah mau dibonceng. Maksudnya perhatikan beban angkut kendaraan. Semakin berat beban yang diangkut semakin banyak konsumsi BBM yang dibutuhkan. So, jika ada ada yang mau nebeng jangan pernah mau. Pulanglah dari kantor, kampus, atau sekolahan secara sembunyi-sembunyi. Jangan pernah lewat pula jalur 3 in 1, atau buatlah saja kendaraan anda menjadi kendaraan single seater. Dan yang paling penting, jagalah selalu berat badan anda.

  4. Matikan mesin saat berada dilampu merah yang dirasa lampu merah itu sangat lama nyalanya. Sekarang kan banyak lampu merah-lampu merah yang ada timer-nya jadi bisa tahu lama tidaknya berhenti dan kapan harus di hidupkan kembali. Tapi ini gue saranin jika hanya berhentinya lebih dari 50 detik-an saja karena jika tidak percuma saja, karena hidup-matikan mesin dalam rentang waktu yang sedikit malah akan membuat semakin boros. Dan juga dilakukan jika hanya ada timernya (atau sudah hapal ‘perilaku’ lampu merah tersebut) saja agar bisa tahu kapan harus dihidupkan lagi supaya tidak mengganggu kelancaran lalu lintas. Jika telat hidupkan mesin sebentar saja bisa menimbulkan kebisingan di tempat itu karena kendaraan-kendaraan dibelakang berlomba-lomba ngebunyikan klakson buat anda. Mematikan mesin di lampu merah juga bisa membantu mengurangi polusi.

  5. Hindari perilaku agresif alias injak gas dan rem semaunya sendiri. Hal ini menyebabkan kecepatan anda tidak konstan, tahu-tahu ngebut kenceng tiba-tiba rem mendadak, tahu-tahu ngebut lagi, rem lagi dst. Itu bisa menyebabkan konsumsi BBM juga boros (lihat poin 1 dan 2).

  6. Dalam istilah dunia balapan, pilihlah racing line yang paling tepat, yaitu jalur dimana bisa menjaga kecepatan yang konstan dengan waktu paling cepat dan BBM paling efisien. Kalau di jalanan ini emang sulit dilakukan. Tapi jika sudah sering lewat rute itu secara gak nyadar akan hapal sendiri racing line anda dan manfaatkanlah itu. Tips: contohlah F. Alonso atau M. Schumacher dalam gaya memilih racing line: praktis, efisien dan manjur, jangan V. Rossi atau L. Hamilton: meski hebat tapi terlalu agresif dan boros.

  7. Hindari kemacetan. Karena sudah pasti buang-buang BBM. Sering berhenti sementara mesin di haruskan hidup terus. Pokoknya gak banget untuk yang satu ini. Dari segi mana pun gak ada baiknya konsumsi BBM.

  8. Pilihlah rute yang paling pendek tapi tidak macet (kalau bisa).

  9. Jika ada ide lain silahkan isi di poin ini.

Itulah beberapa perilaku berkendara yang hemat. Tentu saja untuk bisa berhemat tidak hanya itu saja yang diperlukan, misalkan saja perawatan yang baik dan teratur terhadap kendaraan serta pemilihan jenis kendaraan dan BBM yang tepat. Tapi jika semuanya itu sudah dilakukan maka berkendara secara bijak anda lah selanjutnya yang menentukan. Dan sekali lagi untuk melakukan itu perlu beberapa konsekuensi atau pengorbanan seperti anda akan semakin kehilangan teman, ditinggal klien bisnis (terkait poin 3), bakal sering disuruh nganter istri, ibu, cewek anda, even kakak atau adik perempuan anda kemana-mana (poin 2), bisa merasa bosen (poin 8). So, sedikit banyak membuktikan juga kalau prinsip ekonomi tadi tidak benar-benar amat.

*) Mata masih berkunang-kunang dan kadang masih sedikit blackout, masih saja maksa posting. So, maap saja jika ada bahasa yang kurang bisa dipahami dan ada pihak-pihak yang kurang setujuh dan dirugikan. ?????? ^_^

Written by dian diam

August 28, 2008 at 2:52 am