dianDiam

cast your words away upon the wave (The Masterplan)

Posts Tagged ‘reuni

Reunion?

with 5 comments

Ada beberapa orang pernah bilang kepada saia: kadang bertemu kawan lama bisa membangkitkan semangat kita yang suka seenaknya sendiri naik turun itu. Saia tambahkan sedikit catatan: disini kata yang digunakan adalah benar ‘kawan’, bukan ‘orang’, meski kawan itu adalah orang juga (yak sodara-sodara mohon dimaapkan kalau membingungkan). Jadi kawan lama, bukannya orang lama. See? Satu lagi catatan: kawan lama itu juga yang jarang berkomunikasi dengan kita, kalau bisa. Dan saia setuju sekaligus mempercayainya, karena saia telah mengalami dan membuktikannya sendiri. Here’s the story:

Beberapa waktu yang lalu –sudah masuk di bulan Ramadhan, saia secara tak sengaja bertemu dengan teman lama, teman SMA dulu. Siang itu saia pergi ke kantor Pos di kota kecil saia tinggal, of course just to sent applications for some jobs (oh God, when will i stop doing this?). Tiba-tiba di pintu masuk berpapasan dengan wajah yang tak asing, wajah yang saia kenal, tetapi telah mengendap dalam ingatan saia, dan saia berusaha mencoba untuk menggalinya, mencocokkan wajah itu dengan sebuah nama di suatu masa. Saia yakin dia juga begitu kepadaku. Tapi usaha saia percuma saja dan yang keluar dari mulut saia adalah: Hai! Apa kabar? Sama siapa? (tiga pertanyaan pertama berusaha untuk mengakrabkan, maklum setelah lama tidak bertemu tentunya agak sedikit ‘canggung’, cewek pulak, tambah cantik pulak dia) Sedang apa? Mau ngapain? (adalah two questions that sounds stupid sodara-sodara, I think), dan akhirnya pertanyaan paling bodoh dan memalukan (terpaksa) keluar juga: ”Eh, siapa ya? Kok aku lupa.” Jegerrr…

Well, pertama cuma seorang saja, dan tujuannya ke tempat ini sama denganku. Ketemu. Kaget-kagetan (bisa dibayangin sendiri kan suasananya?). Terus ngobrol. Baru beberapa menit ngobrol, datanglah seorang lagi. Loh loh loh, lalu saia tanya teman saia itu: ”Janjian reunian nih, gak ada tempat yang lebih baik selain di kantor Pos apa?” Tapi itu tentunya cuma candaan saja. Dan saia juga yakin itu juga cuma kebetulan saja. Dan dia pun bergabung dengan kami yang sudah duluan ketemu. Pun tujuan dia ke tempat ini juga masih sama dengan saia. Dalam obrolan yang ber-threesome itu, salah satu ada yang bilang that one of our friends is a jobholder in this place. Dua dari kami yang tidak tahu tentu saja kaget. Dan yang lebih mengagetkan kami lagi, dia –si teman kami yang dia bilang itu, si jobholder itu- tiba-tiba muncul dibelakang kami. Tralala… Tapi si jobholder itu tidak bisa lama-lama ikut ber-reunion di kantor Pos itu, maklum she must did her job. It’s just almost took an hour for the conversation, for me. Karena ada yang harus saia kerjakan saia balik duluan, sementara mereka masih ber-reunion sendirian di tempat itu.

Suatu cerita yang terlihat biasa sekali bukan? Bukan suatu hal yang penting (apalagi buat di posting). Dan itu bisa terjadi pada setiap orang. Tapi yang jelas bagi saia, perasaan saat saia berangkat dan keluar dari tempat itu sangat berbeda, perasaan yang saia rasakan has changed one hundreed and eighty degrees! Apalagi saat itu kondisi dan semangat saia lagi gak banget deh (mencoba berbahasa sok gaul ni) dan peristiwa itu sedikit banyak membantu memperbaikinya. Perasaan (yang tiba-tiba) baru sebagai penyela ‘kebosanan’ sebagai akibat rutinitas kita dengan suasana yang mana kita pernah mengalaminya di suatu masa dulu mungkin yang menjadi penyebabnya. Makanya perkataan beberapa orang diatas saia setuju-setuju saja, so far.

Tapi cerita tidak berhenti disitu. Sudah jadi rahasia umum setiap kali bulan Ramadhan sudah pastinya dikenal apa yang namanya ngabuburit, bukber, bubar, ato apalah itu namanya. Beberapa hari setelah peristiwa di kantor Pos itu, temen-temen geng waktu kuliah ngajak saia ngadaain acara bukber itu. Dan pastinyah itu membuat saia jadi tambah semangat jugak. Meski satu dua diantara mereka saia kadang masih ketemu, tapi kebanyakan sudah tidak lama bertemu setelah kami lulus. Acara yang diadakan di salah satu rumah makan di Yogya itu dan dilanjut ke tempat kost-an saia (lagi-lagi kost-an saia, tidak ada tempat lain apa? Heran…) lagi-lagi cukup untuk membuktikan kebenaran kata-kata diatas tadi.

Dan sudah jadi rahasia umum pulak bahwa setiap menjelang Ramadhan berakhir, masjid-masjid semakin sepi dan mall-mall, pasar, tempat perbelanjaan ataupun terminal, stasiun, bandara dan temen-temennya yang malah semakin ramai. It means, mudik is come in, yeah mudik telah tiba, mudik telah tiba, mudik telah tiba (jangan dibaca kayak Sherina lagi nyanyi, dah gak pantes, Sherina sudah tumbuh gedhe). Hubungannya dengan kata-kata diatas? Gini, tidak lama setelah acara bukber itu, saia lagi-lagi mendapat ajakan untuk megadakan bukber lagi. Kali ini oleh sahabat lama saia, a friend that has accompanied me for the last ten years, yang telah merantau. Kami berencana mengumpulkan teman-teman ‘sepermainan’ dulu untuk bukber. Dan itu belum terlaksana pun sudah membuat saia excited. Dari dua peristiwa diatas, honestly this is the great one for me, though it’s not happen yet. So, is it gonna work out? I hope. Ben iso mbuktekke meneh ukara-ukara neng dhuwur kui bener. Bagaimana dengan anda? Ada yang pernah mengalami seperti saia?

Written by dian diam

September 24, 2008 at 6:11 am

Posted in setorie

Tagged with , ,